Jakarta Butuh Revolusi Budaya!

Perbudakan Nyata di Indonesia

Posted by: guebukanmonyet on: September 12, 2007

Written by Oky
Published by Guebukanmonyet

anak_jalanan.jpgTau gak sih, perbudakan di negeri ini terjadi dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi, budaya, sosial, teknologi informasi dan komunikasi, politik, pertahanan, hingga keamanan. Contohnya berbagai kebijakan pemerintah di bidang ekonomi dan politik seakan-akan terlihat tunduk dan patuh terhadap kekuatan global. Bisa dibilang negara kita ini adalah negara yang berisi budak-budak yang senangnya diperbudak. Kita cuma jadi budak yang tunduk pada sistem, cara berpikir, dan regulasi-regulasi asing. Kita tidak mau dan tidak berani merubah diri kita sendiri. Suatu ketika saya mendengar dari pemain saham yang kebetulan adalah tetangga saya kalau perdagangan saham di Indonesia dikuasai oleh orang-orang dimana para pemain saham lokal hanya menjadi pengekor terhadap pergerakan investasi dalam pasar modal. Sebuah kondisi yang katanya hal tersebut berdampak sangat riskan terhadap perekonomian negara ini, belum lagi karena sistem kebijakan dalam pasar modal Indonesia yang hanya menjadikan orang kaya menjadi semakin kaya. Apakah kita tidak punya solusi? Lihat bagaimana Freeport mengeruk kekayaan tanah Papua dan apa yang didapat oleh anak-anak pribumi Papua? Saya rasa cuma ketertinggalan dan mati kelaparan. Ironis sekali, di tanah mereka yang kaya raya mereka malah mati kelaparan. Apa kita emang tidak bisa melakukan sesuatu untuk tidak menjadi budak di negeri kita sendiri?

Apa kita sadar kalau selama ini kita sudah diperbudak? Apa kita sadar bahwa kita ini sedang dijajah? Bagaimana dengan pemerintah dengan pinjaman IMF-nya? Sepertinya tidak ada perubahan selain Indonesia semakin miskin dan banyak hutang. Lalu, bagaimana peran Indonesia dalam PBB, APEC, dan AFTA? Sayangnya Indonesia cuma sekedar datang, duduk, melongo, dan dibodoh-bodohin. Walau mungkin Presiden kita bisa terlihat berwibawa tapi kewibawaannya sama sekali tidak membuat negara sekecil Singapura dan Malaysia punya sedikit rasa segan. Mungkin mereka berpikir tidak ada untungnya untuk segan terhadap kaum primitif yang hanya berisi budak-budak.

Kita harus bagaimana? Yang jelas kita harus berubah, dan perubahan itu dimulai dari diri sendiri. Jangan mau diperbudak, jangan manggut-manggut sama orang bule tapi sama saudara pribumi inginnya diperlakukan seperti bos, toh kita juga manusia biasa sama seperti mereka. Revolusilah Budaya Anda. dan mari hapus perbudakan terhadap Negeri kita!

Picture was taken from here.

8 Responses to "Perbudakan Nyata di Indonesia"

Setelah 350 tahun dijajah oleh Belanda dan bangsa-bangsa Barat lainnya, saat ini kita dijajah oleh kekuatan ekonomi Barat dan globalisasi. Kita menjadi bangsa yang bodoh dan terbelakang. Kita selalu menjadi bangsa pengikut dan bukan bangsa pencipta. Kita tetap saja menjadi bangsa yang takut dan bukan bangsa yang pemberani. Kita terus saja menjadi bangsa yang bisanya hanya manggut-manggut dan tidak pernah punya nyali untuk berkata tidak.

Andaikan para pejuang kita bisa bangkit dari kubur, mereka sudah pasti akan menangis tersedu. Perjuangan mereka percuma saja.

Bangsa kita harus memiliki jati diri, mental bangsa kita telah rusak oleh org2 yg tdk bertanggung jawab. Cintailah negara kita, lakukan tindakan mulai dr hal sekecil mungkin.
Klo negara tetangga bisa knp kita nggak? Tanya kenapa?

MAJU atau BUBAR!

Kira-kira perubahan seperti apa?

wah betul-betul….

kenapa kita disebut bangsa budak? bisa macem-macem jawabannya:

1. karena bangsa lain ingin menjajah Indonesia dari segi SDA, ekonomi, politik, dll; atau

2. karena mental sebagian besar bangsa Indonesia yang bermental pembantu atau budak.

di mana ada aksi pasti ada reaksi. nah gimana ma aksi-aksi yang selama ini dilakukan oleh pemerintah dan rakyat Indonesia? kebanyakan hanya aksi yang mencerminkan aksi seorang pembantu/budak alias gak mutu sama sekali. so pantas jika kemudian timbul reaksi dari bangsa lain atau pihak lain yang berupa memperlakukan bangsa kita sebagai pembantu/budak.

well, tulisan ini sangat bagus, bisa dinilai dari berbagai sudut pandang. saya tertarik untuk menilai diri sendiri dulu, alias introspeksi diri diikuti dengan perubahan ke arah perbaikan.

Mas, seru nih blog nya, dan aku suka baca tulisannya. Btw thanks udh mampir ke blog aku, nonton bola di Puncak atau di Italy sama aja serunya ya mas, apalagi kalo nontonnya bareng temen2…..
Aku add ya

Ayo. Kita harus tunjukkan kalo kita tuh gak mau diperbudak lagi! kita udah gak mau lagi untuk diatur-atur seenak jidad orang2 bule itu. Smangat pagi, siang dan malam Jakarta !

kalo aq punya wewenang untuk Indonesia yg tercinta ini,..ingin rasanya meng ISOLASI negara ini….biar madiri budaya, mandiri IPTEK, mandiri SDA, mandiri SDM, mandiri KARYA….

Leave a Reply

Dukung Program Berburu di Sekolah Anda

Mari jalankan dan dukung Program Berburu di sekolah-sekolah di Jakarta dan jadilah bagian dari sebuah REVOLUSI BUDAYA! Kirimkan email ke revolusibudaya@gmail.com dan daftarkan sekolah anda untuk ikut dalam Program Berburu.

Contact Us

BERBURU CENTER Jalan Cucur Timur III Blok A 7 No. 6 Sektor 4 Bintaro Jaya Tel: 62 21 736 3617 Oki: 0856 8102299 Tasa:087881521091 E-mail: revolusibudaya@gmail.com

Blog Masters

Guebukanmonyet (Washington D.C.) and Udiot (Jakarta)

Contributors

Andri Gilang (Sydney), Ian Badawi (Washington D.C.), Dejong (Washington D.C.), Sherwin Tobing (Budapest), Anggie Naditha Oktanesya (Jakarta), and Izmi Nurpratika (Jakarta).

Guest Writers

Deden Rukmana (Savannah), and Harris Iskandar (Washington, D.C.)

Categories

Gudang Artikel

Our Pictures

Arif Bergaya!

Cuci Motor

Ayo maju ke depan

More Photos