Comments on: Anger Management http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/ Bukan Sekedar Advokasi, Kami Berkontribusi Mon, 19 Apr 2010 09:37:41 +0000 http://wordpress.com/ hourly 1 By: guebukanmonyet http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-494 guebukanmonyet Sat, 29 Sep 2007 21:16:27 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-494 Mmmh, menarik. Anger Management VS Attitude Control, which one is better? Tapi, menurut saya kemarahan itu perlu juga untuk diciptakan sekali-kali dengan bentuk yang tidak berlebihan tentunya. Kalau tidak, kita justru bisa jadi keset buat orang lain. Mmmh, menarik. Anger Management VS Attitude Control, which one is better?

Tapi, menurut saya kemarahan itu perlu juga untuk diciptakan sekali-kali dengan bentuk yang tidak berlebihan tentunya. Kalau tidak, kita justru bisa jadi keset buat orang lain.

]]>
By: ian http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-489 ian Sat, 29 Sep 2007 04:33:59 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-489 deniar: Terima kasih atas tanggapannya. Saya suka ide Self-Controlling dan juga Attitude Controlling. Saya juga merasa ada yang kurang lengkap di artikel Anger Management saya karena memang saya kurang memperjelas peran Management dalam situasi Anger tersebut. Yang saya maksudkan adalah bukannya jika tidak ada Anger maka harus diadakan. Dalam Operational Management, jika tidak ada kegiatan operasi/produksi maka juga tidak ada proses maximizing resources for the best output. Maksud saya Anger adalah potensi manusia yang sangat mendasar. Sifat ini bisa muncul tanpa harus dilatih. Namun karena sifat ini berdampak buruk (most of the time) maka perlu melatih diri untuk bisa me-manage sifat ini. Jadi Anger Management yang saya maksudkan lebih seperti Program Pelatihan Manajemen Bencana di Indonesia untuk mempersiapkan kita sewaktu-waktu bencana tersebut datang. So, kita pun akan sudah terbiasa mengendalikan kemarahan kita sewaktu-waktu dengan Anger Management ^_^ Ini hanya persepsi saya. I really appreciate every input and your support. I hope we can share more thoughts. Thanks! Salam! deniar:

Terima kasih atas tanggapannya. Saya suka ide Self-Controlling dan juga Attitude Controlling. Saya juga merasa ada yang kurang lengkap di artikel Anger Management saya karena memang saya kurang memperjelas peran Management dalam situasi Anger tersebut.

Yang saya maksudkan adalah bukannya jika tidak ada Anger maka harus diadakan. Dalam Operational Management, jika tidak ada kegiatan operasi/produksi maka juga tidak ada proses maximizing resources for the best output. Maksud saya Anger adalah potensi manusia yang sangat mendasar. Sifat ini bisa muncul tanpa harus dilatih. Namun karena sifat ini berdampak buruk (most of the time) maka perlu melatih diri untuk bisa me-manage sifat ini.

Jadi Anger Management yang saya maksudkan lebih seperti Program Pelatihan Manajemen Bencana di Indonesia untuk mempersiapkan kita sewaktu-waktu bencana tersebut datang. So, kita pun akan sudah terbiasa mengendalikan kemarahan kita sewaktu-waktu dengan Anger Management ^_^

Ini hanya persepsi saya. I really appreciate every input and your support. I hope we can share more thoughts.

Thanks!
Salam!

]]>
By: deniar http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-488 deniar Fri, 28 Sep 2007 18:58:11 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-488 Kalau dilihat dari filosofis Anger Managemen, atau dari makna Manajemen itu sendiri adalah mengolah agar menjadi lebih baik agar lebih efektif dan/atau efisien untuk suatu tujuan tertentu. Maka apabila dirunut dari artikel di atas, maka sebaiknya yang dilakukan bukan Anger Managemen. Tapi Self Controlling. Kalau Anger Manajemen berarti apabila kemarahan itu tidak ada maka harus diadakan (pada saat tertentu), dan apabila kemarahan itu telah muncul maka dimanajemen. Itu salah, harusnya adalah menajemen sikap. Saya kurang setuju dengan Anger Manajemen, mungkin pembaca lain punya pendapat yang berbeda. Lebih bagus lagi adalah Attitude Controlling karena lebih mengena dari tujuan. Karena (mungkin) tujuan yang dimaksud adalah melahirkan Kedisiplinan dan Kepatuhan. Kalau Anger Managemen yang dimaksudkan di atas (sepenangkap saya) justru melahirkan pressure negative. Kalau dilihat dari filosofis Anger Managemen, atau dari makna Manajemen itu sendiri adalah mengolah agar menjadi lebih baik agar lebih efektif dan/atau efisien untuk suatu tujuan tertentu. Maka apabila dirunut dari artikel di atas, maka sebaiknya yang dilakukan bukan Anger Managemen. Tapi Self Controlling.

Kalau Anger Manajemen berarti apabila kemarahan itu tidak ada maka harus diadakan (pada saat tertentu), dan apabila kemarahan itu telah muncul maka dimanajemen. Itu salah, harusnya adalah menajemen sikap.

Saya kurang setuju dengan Anger Manajemen, mungkin pembaca lain punya pendapat yang berbeda. Lebih bagus lagi adalah Attitude Controlling karena lebih mengena dari tujuan. Karena (mungkin) tujuan yang dimaksud adalah melahirkan Kedisiplinan dan Kepatuhan.

Kalau Anger Managemen yang dimaksudkan di atas (sepenangkap saya) justru melahirkan pressure negative.

]]>
By: yonna http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-487 yonna Fri, 28 Sep 2007 06:11:21 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-487 eh lupita jadinya :mrgreen: panggil yonna atau mbak atau kakak, terserah mau yang mana...btw umurku 26 taun kok, masih muda :mrgreen: eh lupita jadinya :mrgreen:

panggil yonna atau mbak atau kakak, terserah mau yang mana…btw umurku 26 taun kok, masih muda :mrgreen:

]]>
By: yonna http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-486 yonna Fri, 28 Sep 2007 06:10:15 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-486 selamat ya Ian udah jadi kontributor juga :D ditunggu artikel2 keren lainnya, semoga bisa nambah ilmu saya....salam :D selamat ya Ian udah jadi kontributor juga :D

ditunggu artikel2 keren lainnya, semoga bisa nambah ilmu saya….salam :D

]]>
By: guebukanmonyet http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-484 guebukanmonyet Fri, 28 Sep 2007 05:33:49 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-484 Selamat telah menjadi kontributor Jakarta Butuh Revolusi Budaya, ditunggu artikel-artikel lainnya. Btw, artikel ini emang lucu dan inspiratif. Keren bro. Jadi intinya, kita harus menahan emosi kan? Selamat telah menjadi kontributor Jakarta Butuh Revolusi Budaya, ditunggu artikel-artikel lainnya. Btw, artikel ini emang lucu dan inspiratif. Keren bro. Jadi intinya, kita harus menahan emosi kan?

]]>
By: ian http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-483 ian Fri, 28 Sep 2007 04:08:02 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-483 (mas/mbak?) yonna dan dejong: Thanks atas comment di postingan perdana saya. Semoga saya bisa memberikan kontribusi di blog ini. Mohon dukungannya! (sambil membungkuk) (mas/mbak?) yonna dan dejong:

Thanks atas comment di postingan perdana saya. Semoga saya bisa memberikan kontribusi di blog ini.
Mohon dukungannya! (sambil membungkuk)

]]>
By: dejong http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-482 dejong Fri, 28 Sep 2007 04:00:58 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-482 khas ian banget (hohoho).. penggunaan wit dan artikulasi explanationnya cukup true to the point dan ngegambarin experience marah most of us (atau mungkin gue doang kali ya). pertimbangan berbagai faktornya unik dan kreatif, bikin kita males marah jadinya. again mixturenya pas.. cant wait to read more of your writings ! khas ian banget (hohoho).. penggunaan wit dan artikulasi explanationnya cukup true to the point dan ngegambarin experience marah most of us (atau mungkin gue doang kali ya).

pertimbangan berbagai faktornya unik dan kreatif, bikin kita males marah jadinya. again mixturenya pas.. cant wait to read more of your writings !

]]>
By: yonna http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-481 yonna Fri, 28 Sep 2007 03:57:47 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/09/28/anger-management/#comment-481 Ian: postingannya bagus, keren dan membumi sekali....kebeneran gw suka ma postingan yang membumi gini, karena elu yang lgsg melihat-mendengar-mengalami persitiwanya, punya jiwa gitu jadi enak dibacanya :D hahah iya iya, soal kena "peluru nyasar" saya juga pernah tuh...sewaktu bos lagi kesel ma yang laen eh giliran yg ada cuma gw eh jadi pelampiasan deh....nasib nasib :mrgreen: nambahin dikit ya?! marah adalah media penyalur positif bagi marah yang efektif alias daripada disimpen jadi penyakit atau dendam lebih baik dilampiaskan, tapi usahakan sebagai saluran pembuangan aja tuh jangan ampe nyakitin perasaan orang dll...walau pada prakteknya susah tapi gak apa-apa dicoba pelan-pelan :D terus pilih tombol amarah kita masing-masing. alias pilih hal-hal apa saja yang pantas dapat amarah kita, seperti hal prinsipil misalnya. alias jangan cepet pemarah karena marah adalah media / saluran pembuangan penyakit dan dendam sedangkan pemarah adalah orang yang punya karakter suka marah-marah, hobi juga kali :mrgreen: ya udah gitu aja, moga2 jelas, salam :D Ian: postingannya bagus, keren dan membumi sekali….kebeneran gw suka ma postingan yang membumi gini, karena elu yang lgsg melihat-mendengar-mengalami persitiwanya, punya jiwa gitu jadi enak dibacanya :D

hahah iya iya, soal kena “peluru nyasar” saya juga pernah tuh…sewaktu bos lagi kesel ma yang laen eh giliran yg ada cuma gw eh jadi pelampiasan deh….nasib nasib :mrgreen:

nambahin dikit ya?! marah adalah media penyalur positif bagi marah yang efektif alias daripada disimpen jadi penyakit atau dendam lebih baik dilampiaskan, tapi usahakan sebagai saluran pembuangan aja tuh jangan ampe nyakitin perasaan orang dll…walau pada prakteknya susah tapi gak apa-apa dicoba pelan-pelan :D

terus pilih tombol amarah kita masing-masing. alias pilih hal-hal apa saja yang pantas dapat amarah kita, seperti hal prinsipil misalnya. alias jangan cepet pemarah karena marah adalah media / saluran pembuangan penyakit dan dendam sedangkan pemarah adalah orang yang punya karakter suka marah-marah, hobi juga kali :mrgreen:

ya udah gitu aja, moga2 jelas, salam :D

]]>