Comments on: Awas, Kompeni Modern! http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/08/teuku-umar-vs-mafia-berkeley/ Bukan Sekedar Advokasi, Kami Berkontribusi Mon, 19 Apr 2010 09:37:41 +0000 http://wordpress.com/ hourly 1 By: yonna http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/08/teuku-umar-vs-mafia-berkeley/#comment-834 yonna Mon, 29 Oct 2007 06:33:18 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/08/teuku-umar-vs-mafia-berkeley/#comment-834 hehe malah ada yang lebih sadis loh yan.....daripada ngurus rambut melulu (coloring, creambathing, hair spa, hair mask, smoothing, dkk) mending urus tuh yang ada di bawah rambut lu alias otak lu. udah beres belon? mikir aja males luh... silakan aja mau ke salon, tapi feed jugalah otak ma hal2 bermanfaat. iya yah, kok pada seneng jadi antek kumpeni? enak kali ya? hehe malah ada yang lebih sadis loh yan…..daripada ngurus rambut melulu (coloring, creambathing, hair spa, hair mask, smoothing, dkk) mending urus tuh yang ada di bawah rambut lu alias otak lu. udah beres belon? mikir aja males luh…

silakan aja mau ke salon, tapi feed jugalah otak ma hal2 bermanfaat.

iya yah, kok pada seneng jadi antek kumpeni? enak kali ya?

]]>
By: ian http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/08/teuku-umar-vs-mafia-berkeley/#comment-782 ian Sat, 27 Oct 2007 18:54:52 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/08/teuku-umar-vs-mafia-berkeley/#comment-782 Benar juga sindiran Yonna. Mungkin banyak yang tanpa sadar berpikir bahwa daripada dijajah orang asing, mendingan kita jadi bagian dari mereka. Sayang sekali kalau hal itu benar-benar terjadi pada generasi muda. Mari kita rapatkan jarak, luruskan barisan. Peribahasa "Bersatu teguh, bercerai kita runtuh" masih relevan. Ayo kita lawan segala macam penjajahan di atas bumi ini bersama! Benar juga sindiran Yonna. Mungkin banyak yang tanpa sadar berpikir bahwa daripada dijajah orang asing, mendingan kita jadi bagian dari mereka. Sayang sekali kalau hal itu benar-benar terjadi pada generasi muda.

Mari kita rapatkan jarak, luruskan barisan. Peribahasa “Bersatu teguh, bercerai kita runtuh” masih relevan. Ayo kita lawan segala macam penjajahan di atas bumi ini bersama!

]]>
By: yonna http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/08/teuku-umar-vs-mafia-berkeley/#comment-663 yonna Tue, 23 Oct 2007 03:50:26 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/08/teuku-umar-vs-mafia-berkeley/#comment-663 hal sedih lainnya, orang kita kebanyakan berlomba-lomba menjadi kompeni hehe....rambut diwarna warni, kulit diputihin, soft lense, ngomongnya campur indonesia-inggris (biar diliatnya gaul n modern), makannya japanese atau international food, minumnya liquor atau evian, dll. gimana tuh? daripada dijajah ma kompeni mending jadi kompeninya sekalian?? cupu deh :mrgreen: hal sedih lainnya, orang kita kebanyakan berlomba-lomba menjadi kompeni hehe….rambut diwarna warni, kulit diputihin, soft lense, ngomongnya campur indonesia-inggris (biar diliatnya gaul n modern), makannya japanese atau international food, minumnya liquor atau evian, dll.

gimana tuh? daripada dijajah ma kompeni mending jadi kompeninya sekalian?? cupu deh :mrgreen:

]]>
By: aul http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/08/teuku-umar-vs-mafia-berkeley/#comment-517 aul Tue, 09 Oct 2007 06:49:47 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/08/teuku-umar-vs-mafia-berkeley/#comment-517 ya, saya juga lebih sepakat dengan gerakan budaya kecil dibanding gerakan masif yang tidak akan berakibat besar. Mungkin lebih baik kalo ada blueprintnya, jadi gerakan kecil-kecilan tersebut terlihat fokusnya. Ya, tantangannya memang terletak di konsistensi. klo soal posisi di masy., saya berpendapat, apapun itu posisinya, mau itu mahasiswa, dosen, guru, saudagar, kalo dipergunakan secara optimal u/ kepentingan bersama, efeknya akan positif u/masyarakat ya, saya juga lebih sepakat dengan gerakan budaya kecil dibanding gerakan masif yang tidak akan berakibat besar.

Mungkin lebih baik kalo ada blueprintnya, jadi gerakan kecil-kecilan tersebut terlihat fokusnya. Ya, tantangannya memang terletak di konsistensi.

klo soal posisi di masy., saya berpendapat, apapun itu posisinya, mau itu mahasiswa, dosen, guru, saudagar, kalo dipergunakan secara optimal u/ kepentingan bersama, efeknya akan positif u/masyarakat

]]>
By: Udiot http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/08/teuku-umar-vs-mafia-berkeley/#comment-516 Udiot Tue, 09 Oct 2007 06:43:00 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/08/teuku-umar-vs-mafia-berkeley/#comment-516 Halo ian salam kenal... Jujur gw seneng dan bangga banget ngeliat insan muda yang KAYA BEGINI, yang bisa mencurahkan dan punya impian buat membangun bangsa lewat semangat revolusi, andaikan banyak orang muda yang seperti ini mimpi revolusi pasti akan terealisasi dalam waktu yang tidak lama. Yang menjadi Fundemental problems dari membangun Indonesia adalah menularkan semangat revolusi kepada pemuda lainnya, kalau kita berbicara sejarah bangsa sebelum ataupun sesudah Proklamasi, para Pahlawan kita menjadikan semangat pergerakan di daerah lainnya untuk melakukan gerakan serupa, misalkan wilayah sumatera akan tergerak hatinya ketika wilayah sulawesi melakukan pergerakan begitupun sebaliknya, sedangkan saat ini tak jarang ketika satu pemuda menawarkan sebuah konsep perubahan bangsa yang dibalut dengan solusi tingkat tinggi, yang lain akan berkomentar "Man..udah ga jaman jadi idealis, idealis mah tempatnya cuma di kampus..kalau lu jadi idealis sekarang lu mati man, mau dapet duit darimana???", Perubahan bangsa ini menuju ke arah yang lebih baik, seharusnya bukan menjadi visi dan rencana lagi, SEHARUSNYA menjadi sebuah Gerakan yang realistis..Buka Mata Teman-Teman, Kompeni modern telah memisahkan kita dengan berbagai macam cara, MultiPartai, dan banyaknya organisasi2 di negeri ini telah mengobrak-abrik cara pandang kita terhadap arti penjajahan, perang pemikiran diantara kita telah menjadikan kita lemah dalam kontribusi membangun bangsa...semua hanya teori dan ketika satu teori menjatuhkan teori lainnya, kesenjangan jumlah Orang Kaya dan Miskin di negeri ini menjadi semakin terlihat...Ini menjadi bukti betapa lemahnya negeri ini...Jangan berharap pada kaum tua yang sudah lemah idealismenya dan menjadi semakin kapitalis dalam merubah negeri ini...SUDAH SAATNYA kaum muda yang membangun bangsa ini dengan semangat revolusi, dan dengan penuh keyakinan saya Jamin kepada anda bahwa anda adalah PAHLAWAN dari Negeri Ini...MERDEKA!!! Halo ian salam kenal…
Jujur gw seneng dan bangga banget ngeliat insan muda yang KAYA BEGINI, yang bisa mencurahkan dan punya impian buat membangun bangsa lewat semangat revolusi, andaikan banyak orang muda yang seperti ini mimpi revolusi pasti akan terealisasi dalam waktu yang tidak lama.
Yang menjadi Fundemental problems dari membangun Indonesia adalah menularkan semangat revolusi kepada pemuda lainnya, kalau kita berbicara sejarah bangsa sebelum ataupun sesudah Proklamasi, para Pahlawan kita menjadikan semangat pergerakan di daerah lainnya untuk melakukan gerakan serupa, misalkan wilayah sumatera akan tergerak hatinya ketika wilayah sulawesi melakukan pergerakan begitupun sebaliknya, sedangkan saat ini tak jarang ketika satu pemuda menawarkan sebuah konsep perubahan bangsa yang dibalut dengan solusi tingkat tinggi, yang lain akan berkomentar “Man..udah ga jaman jadi idealis, idealis mah tempatnya cuma di kampus..kalau lu jadi idealis sekarang lu mati man, mau dapet duit darimana???”,

Perubahan bangsa ini menuju ke arah yang lebih baik, seharusnya bukan menjadi visi dan rencana lagi, SEHARUSNYA menjadi sebuah Gerakan yang realistis..Buka Mata Teman-Teman, Kompeni modern telah memisahkan kita dengan berbagai macam cara, MultiPartai, dan banyaknya organisasi2 di negeri ini telah mengobrak-abrik cara pandang kita terhadap arti penjajahan, perang pemikiran diantara kita telah menjadikan kita lemah dalam kontribusi membangun bangsa…semua hanya teori dan ketika satu teori menjatuhkan teori lainnya, kesenjangan jumlah Orang Kaya dan Miskin di negeri ini menjadi semakin terlihat…Ini menjadi bukti betapa lemahnya negeri ini…Jangan berharap pada kaum tua yang sudah lemah idealismenya dan menjadi semakin kapitalis dalam merubah negeri ini…SUDAH SAATNYA kaum muda yang membangun bangsa ini dengan semangat revolusi, dan dengan penuh keyakinan saya Jamin kepada anda bahwa anda adalah PAHLAWAN dari Negeri Ini…MERDEKA!!!

]]>
By: ian http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/08/teuku-umar-vs-mafia-berkeley/#comment-515 ian Mon, 08 Oct 2007 09:28:01 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/08/teuku-umar-vs-mafia-berkeley/#comment-515 Ya semoga saja masyarakat Indonesia semakin cerdas melihat keadaan. Meski tidak semua bisa jadi mahasiswa, paling tidak yang mahasiswa bisa memberi pengaruh positif. Untuk langkah taktis, saya belum sampai ke ide yang siap jalan. Tapi yang saya lihat, tampaknya gerakan-gerakan budaya yang kecil namun konsisten akan lebih bisa masuk. Misal, forum JBRB ini sudah memulai Weekend School gratis. Kalau hal ini bisa berkembang, juga di kota-kota lain, pengaruhnya akan lebih besar daripada sekedar revolusi besar sesaat yang hanya merombak struktur. Gimana mas Aul? Ya semoga saja masyarakat Indonesia semakin cerdas melihat keadaan. Meski tidak semua bisa jadi mahasiswa, paling tidak yang mahasiswa bisa memberi pengaruh positif.

Untuk langkah taktis, saya belum sampai ke ide yang siap jalan. Tapi yang saya lihat, tampaknya gerakan-gerakan budaya yang kecil namun konsisten akan lebih bisa masuk. Misal, forum JBRB ini sudah memulai Weekend School gratis. Kalau hal ini bisa berkembang, juga di kota-kota lain, pengaruhnya akan lebih besar daripada sekedar revolusi besar sesaat yang hanya merombak struktur.

Gimana mas Aul?

]]>
By: aul http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/08/teuku-umar-vs-mafia-berkeley/#comment-514 aul Mon, 08 Oct 2007 05:35:55 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/08/teuku-umar-vs-mafia-berkeley/#comment-514 yah, tugas kita sebagai mahasiswa. eh, lebih umum, insan akademis yang beruntung berada di perguruan tinggi terasa semakin berat.... ....u/ revolusi budaya, langkah taktisnya gmana y bos?? harus bikin pasar seni dulu kek...sekedar sharing pasar seni 2000 disinyalir sebagai event yang bertanggungjawab atas "meledaknya" distro di seantero Indonesia ini....coba dicheck, klo bener, bisa jadi fenomena yg layak buat dibahas yah, tugas kita sebagai mahasiswa. eh, lebih umum, insan akademis yang beruntung berada di perguruan tinggi terasa semakin berat….

….u/ revolusi budaya, langkah taktisnya gmana y bos??
harus bikin pasar seni dulu kek…sekedar sharing pasar seni 2000 disinyalir sebagai event yang bertanggungjawab atas “meledaknya” distro di seantero Indonesia ini….coba dicheck, klo bener, bisa jadi fenomena yg layak buat dibahas

]]>