Comments on: Sayangnya, Abang None Cuma Pajangan http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/ Bukan Sekedar Advokasi, Kami Berkontribusi Mon, 19 Apr 2010 09:37:41 +0000 http://wordpress.com/ hourly 1 By: gundul http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2902 gundul Thu, 01 Apr 2010 00:12:26 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2902 hmmm..mgkin gak nyambung,tapi sekedar lewat doank bolehlah.. gina f, finalis abnon 2009 jakbar..dia 1 skul ma aku di smanda cirebon. doi orang bobos, entahlah tu daerah apa masuk kab.cirebon atau kab.kuningan. tapi kenapa dia bisa masuk finalis abnon jakbar yahhh? gimana jurinya??? gimana proses seleksinya??? bukannya ngiri, tapi ngrasa menyayangkan ajah.. orang yang bukan asli jakarta, tiba2 masuk jadi finalis daerah laen.. bukankah alangkah baiknya kalau abang none jakarta barat itu para finalisnya juga orang2 berprestasi yang asli jakarta barat sehingga dia bisa membawa nama jakarta barat di tingkat nasional??? sayang beribu sayang, mungkin uang berbicara... mungkin.. hmmm..mgkin gak nyambung,tapi sekedar lewat doank bolehlah..
gina f, finalis abnon 2009 jakbar..dia 1 skul ma aku di smanda cirebon. doi orang bobos, entahlah tu daerah apa masuk kab.cirebon atau kab.kuningan. tapi kenapa dia bisa masuk finalis abnon jakbar yahhh?
gimana jurinya???
gimana proses seleksinya???
bukannya ngiri, tapi ngrasa menyayangkan ajah..
orang yang bukan asli jakarta, tiba2 masuk jadi finalis daerah laen..
bukankah alangkah baiknya kalau abang none jakarta barat itu para finalisnya juga orang2 berprestasi yang asli jakarta barat sehingga dia bisa membawa nama jakarta barat di tingkat nasional???
sayang beribu sayang, mungkin uang berbicara…
mungkin..

]]>
By: Gandasari http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2795 Gandasari Fri, 16 Oct 2009 16:40:17 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2795 Ya ampun...sebenernya saya lagi nyari bahan buat skripsi dan tiba-tiba menemukan blog ini..Udah agak basi sih tapi gatel banget pengen ninggalin jejak juga di sini^^ Awalnya sempet stress waktu baca comment2 di atas yang kayanya penuh cacian buat Abnon (walaupun banyak yang ngebelain juga sih) dan pengen tau reaksi temen-temen saya di ikatan Abang None 2008 (saya juga salah satu finalis none 2008) Ehh..ternyata udah ada temen saya yang comment duluan hehe.. Saya cuma pengen bilang kalo setiap hal itu ada 2 sisi seperti layaknya pedang atau mata uang yang pasti ada negatif dan positifnya..Saya pribadi menyadari banyaknya kekurangan dari pemilihan Abnon ini tapi saya jauh menilai banyak segi positif dari pemilihan ini yang tentunya pasti dipengaruhi subyektifitas saya sebagai salah satu finalis. Saya tidak bermaksud membela semata dan kontribusi kami rasanya sudah banyak diceritakan oleh teman-teman saya. Satu hal yang saya ingin katakan adalah mungkin sebelum kita menilai sesuatu dengan negatif bagaimana jika kita berpikir dengan cara yang berbeda. Selama ini kita berpikir bahwa abnon tidak berguna karena tidak ada kontribusi, namun bagaimana jika kita berpikir sebaliknya, bagaimana keadaan Jakarta seandainya tidak ada Abnon? mungkin memang dampaknya tidak terlalu besar seperti halnya sekarang jika ada abnon. Tapi seperti halnya dengan kontribusi kami yang dinilai kecil, kita semua juga tidak tahu perubahan yang ada jika tidak ada kami bukan? maka dari itu, hendaknya kita jangan berpikir terlalu cupat. Sesuatu yang bisa bertahan selama 30 tahun pastinya merupakan sesuatu yang berguna dan memiliki manfaat dibandingkan dengan kegiatan lain. Berpikir selalu positif membuat segala sesuatu menjadi lebih baik dan menambah motivasi kita. Terima Kasih Melisa Gandasari Abang & None Jakarta 2008 Ya ampun…sebenernya saya lagi nyari bahan buat skripsi dan tiba-tiba menemukan blog ini..Udah agak basi sih tapi gatel banget pengen ninggalin jejak juga di sini^^
Awalnya sempet stress waktu baca comment2 di atas yang kayanya penuh cacian buat Abnon (walaupun banyak yang ngebelain juga sih) dan pengen tau reaksi temen-temen saya di ikatan Abang None 2008 (saya juga salah satu finalis none 2008) Ehh..ternyata udah ada temen saya yang comment duluan hehe..
Saya cuma pengen bilang kalo setiap hal itu ada 2 sisi seperti layaknya pedang atau mata uang yang pasti ada negatif dan positifnya..Saya pribadi menyadari banyaknya kekurangan dari pemilihan Abnon ini tapi saya jauh menilai banyak segi positif dari pemilihan ini yang tentunya pasti dipengaruhi subyektifitas saya sebagai salah satu finalis. Saya tidak bermaksud membela semata dan kontribusi kami rasanya sudah banyak diceritakan oleh teman-teman saya.
Satu hal yang saya ingin katakan adalah mungkin sebelum kita menilai sesuatu dengan negatif bagaimana jika kita berpikir dengan cara yang berbeda. Selama ini kita berpikir bahwa abnon tidak berguna karena tidak ada kontribusi, namun bagaimana jika kita berpikir sebaliknya, bagaimana keadaan Jakarta seandainya tidak ada Abnon? mungkin memang dampaknya tidak terlalu besar seperti halnya sekarang jika ada abnon. Tapi seperti halnya dengan kontribusi kami yang dinilai kecil, kita semua juga tidak tahu perubahan yang ada jika tidak ada kami bukan? maka dari itu, hendaknya kita jangan berpikir terlalu cupat. Sesuatu yang bisa bertahan selama 30 tahun pastinya merupakan sesuatu yang berguna dan memiliki manfaat dibandingkan dengan kegiatan lain. Berpikir selalu positif membuat segala sesuatu menjadi lebih baik dan menambah motivasi kita.
Terima Kasih
Melisa Gandasari
Abang & None Jakarta 2008

]]>
By: rahmad http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2605 rahmad Wed, 29 Jul 2009 00:56:23 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2605 maaf, tujuan awal dari diadakan nya pemilihan abnon adalah sebagai pendamping walikota dan pendaming gubernur, sekali lagi saya tegaskan "PADA AWALNYA" yang semakin kedepan semakin berkembang dan berfungsi sebagai duta pariwisata dan duta budaya, untuk bisa dilihat hasilnya dari mana bukan hanya dilihat dari segi umum saja, karena kita tidak bisa menilai segala sesuatu hanya dari satu sudut pandang saja. sekarang kita lihat saja konkrit nyata, seorang presiden pun tidak semudah membalikkan telapak tangan dalam menjalankan dan mengatur sebuah negara, apalagi hanya seorang abnon yang tidak mudah mendapatkan segala fasilitas untuk melakukan promosi budaya dan promosi wisata. Dan technically dan practically saya akui ajang abnon bisa membawa perubahan dalam pribadi dan tingkah laku seorang anak muda, dan saya dan teman2 saya juga akui bahwa setelah mengikuti ajang abnon, rasa cinta budaya yang tadinya mungkin hanya dimulut dan sekedar basa basi saja menjadi semakin mengental di dalam diri. satu lagi, abnon adalah ajang yang berlangsung di kota Jakarta saja, jadi jangan lah terlalu mengharapkan perubahan besar bisa terjadi dari hanya sebuah ajang, tapi semua bisa terjadi dengan adanya kerjasama dari berbagai lapisan. maaf, tujuan awal dari diadakan nya pemilihan abnon adalah sebagai pendamping walikota dan pendaming gubernur, sekali lagi saya tegaskan “PADA AWALNYA” yang semakin kedepan semakin berkembang dan berfungsi sebagai duta pariwisata dan duta budaya, untuk bisa dilihat hasilnya dari mana bukan hanya dilihat dari segi umum saja, karena kita tidak bisa menilai segala sesuatu hanya dari satu sudut pandang saja. sekarang kita lihat saja konkrit nyata, seorang presiden pun tidak semudah membalikkan telapak tangan dalam menjalankan dan mengatur sebuah negara, apalagi hanya seorang abnon yang tidak mudah mendapatkan segala fasilitas untuk melakukan promosi budaya dan promosi wisata.
Dan technically dan practically saya akui ajang abnon bisa membawa perubahan dalam pribadi dan tingkah laku seorang anak muda, dan saya dan teman2 saya juga akui bahwa setelah mengikuti ajang abnon, rasa cinta budaya yang tadinya mungkin hanya dimulut dan sekedar basa basi saja menjadi semakin mengental di dalam diri.
satu lagi, abnon adalah ajang yang berlangsung di kota Jakarta saja, jadi jangan lah terlalu mengharapkan perubahan besar bisa terjadi dari hanya sebuah ajang, tapi semua bisa terjadi dengan adanya kerjasama dari berbagai lapisan.

]]>
By: Andi http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2508 Andi Sun, 26 Apr 2009 12:00:42 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2508 Abnon Generasi Masa Depan Jakarta memiliki magnet pariwisata luar biasa. Sebut saja kawasan Kota Tua yg memiliki banyak bangunan bersejarah dan kawasan Kota Modern yang memiliki banyak tempat rekreasi dan hiburan. Ada juga kebudayaan seperti makanan, pakaian, dan sebagainya yangg melekat dengan kota pemerintahan pusat ini. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang sadar akan pariwisata dan kebudayaan yang dimiliki Jakarta. Jika tidak diperhatikan maka kota besar ini akan kehilangan nilai-nilai sejarahnya. Tahun 2008 waktu aktif bergaul dengan kalangan pejabat di Dinas Pariwisata maupun Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemprov DKI Jakarta (sekarang kedua instansi itu digabung menjadi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) sampai ke Suku Dinas di masing-masing Kota Administratif yang ada di Jakarta, kami berbincang-bincang mengenai peranan Abang None Jakarta dalam lingkup wisata dan budaya. Saat itu saya menyampaikan kepada beliau-beliau ini bahwa ada anggapan Abnon hanya dijadikan pajangan alias Ondel-ondel-nya Jakarta. Mereka pun serempak menampik anggapan tersebut. Dikatakannya, Abnon itu adalah aset bagi Jakarta dimana Abnon adalah generasi muda yang peduli dan sadar akan keberadaan kotanya ini. Tapi mereka sangat menyayangkan kalau justru ada Abnon yang melupakan kepedulian dan kesadaran tadi. Dari sini, saya berpendapat ajang pemilihan Abnon tidak hanya ajang hura-hura yang menghabiskan dana milyaran rupiah dari tingkat Kota dan Kabupaten hingga Provinsi. Atau hanya mengejar target program pemerintah yang dianggarkan dalam APBD bahkan menafkahi orang-orang yang menambil keuntungan dengan program ini. Sangat disayangkan.. Namun, jadikan Abnon dapat menjadi duta wisata dan budaya yang mengabdi pada kecintaan terhadap tanah air. Pariwisata dan kebudayaan harus dipertahankan. Ini tugas Abnon juga tidak hanya pejabat pemerintahan saja. Dengan adanya Abnon diharapkan dapat menjadi contoh teladan yang baik bagi generasi muda lainnya maupun masyarakat secara keseluruhan. Saya berharap Abnon membantu menyadarkan masyarakat akan keberlangsungan wisata dan budaya Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya. Abnon harus berperan aktif. Kegiatan-kegiatan yang positif yang diselenggarakan Abnon hingga saat ini harusnya menjadi tolak ukur penyadaran masyarakat tersebut. Saya salut dengan Abnon yang menyelenggarakan kegiatan sosialnya maupun sosialisasi pariwisata dan kebudayaan baik di Indonesia maupun dunia Internasional. Saya bangga Abnon dapat dikenal oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Tapi integritas Abnon harus dijaga karena mereka bisa dijadikan teladan bagi sekitarnya. Jangan sampai ada pemberitaan miring tentang Abnon. Ini pun menjadi tugas pemerintah terkait dalam menjadi pembimbing Abnon. Karena Abnon tidak dapat terlepas dari pemerintah Jakarta. Bukan hanya mengenai anggaran yang dialokasikannya tapi keteladanan orang tua (pemerintah) yang membantu Abnon dalam pengabdiannya. Walaupun personil Abnon tiap tahun berganti (regenerasi) tapi dengan adanya Ikatan Abnon diharapkan menjadi perekat bagi personil-personilnya baik dari tahun 70-an hingga sekarang. Suatu kebanggaan jika ada Abnon yang melanjutkan tujuan mulia sebagaimana yang telah saya sebutkan tadi. Kalau perlu mereka aktif membangun Jakarta dalam pemerintahan. Sumbangsih Abnon sangat diperlukan memperbaiki segala kekurangan yang ada di Jakarta sehingga tidak ada lagi anggapan Abnon hanya pajangan. Selamat menyelenggarakan pemilihan Abang None 2009. Salam Sukses, Andi Abnon Generasi Masa Depan

Jakarta memiliki magnet pariwisata luar biasa. Sebut saja kawasan Kota Tua yg memiliki banyak bangunan bersejarah dan kawasan Kota Modern yang memiliki banyak tempat rekreasi dan hiburan. Ada juga kebudayaan seperti makanan, pakaian, dan sebagainya yangg melekat dengan kota pemerintahan pusat ini.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang sadar akan pariwisata dan kebudayaan yang dimiliki Jakarta. Jika tidak diperhatikan maka kota besar ini akan kehilangan nilai-nilai sejarahnya.

Tahun 2008 waktu aktif bergaul dengan kalangan pejabat di Dinas Pariwisata maupun Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemprov DKI Jakarta (sekarang kedua instansi itu digabung menjadi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) sampai ke Suku Dinas di masing-masing Kota Administratif yang ada di Jakarta, kami berbincang-bincang mengenai peranan Abang None Jakarta dalam lingkup wisata dan budaya.

Saat itu saya menyampaikan kepada beliau-beliau ini bahwa ada anggapan Abnon hanya dijadikan pajangan alias Ondel-ondel-nya Jakarta. Mereka pun serempak menampik anggapan tersebut.

Dikatakannya, Abnon itu adalah aset bagi Jakarta dimana Abnon adalah generasi muda yang peduli dan sadar akan keberadaan kotanya ini.

Tapi mereka sangat menyayangkan kalau justru ada Abnon yang melupakan kepedulian dan kesadaran tadi.

Dari sini, saya berpendapat ajang pemilihan Abnon tidak hanya ajang hura-hura yang menghabiskan dana milyaran rupiah dari tingkat Kota dan Kabupaten hingga Provinsi. Atau hanya mengejar target program pemerintah yang dianggarkan dalam APBD bahkan menafkahi orang-orang yang menambil keuntungan dengan program ini. Sangat disayangkan..

Namun, jadikan Abnon dapat menjadi duta wisata dan budaya yang mengabdi pada kecintaan terhadap tanah air. Pariwisata dan kebudayaan harus dipertahankan. Ini tugas Abnon juga tidak hanya pejabat pemerintahan saja.

Dengan adanya Abnon diharapkan dapat menjadi contoh teladan yang baik bagi generasi muda lainnya maupun masyarakat secara keseluruhan.

Saya berharap Abnon membantu menyadarkan masyarakat akan keberlangsungan wisata dan budaya Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya.

Abnon harus berperan aktif. Kegiatan-kegiatan yang positif yang diselenggarakan Abnon hingga saat ini harusnya menjadi tolak ukur penyadaran masyarakat tersebut.

Saya salut dengan Abnon yang menyelenggarakan kegiatan sosialnya maupun sosialisasi pariwisata dan kebudayaan baik di Indonesia maupun dunia Internasional.

Saya bangga Abnon dapat dikenal oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Tapi integritas Abnon harus dijaga karena mereka bisa dijadikan teladan bagi sekitarnya. Jangan sampai ada pemberitaan miring tentang Abnon.

Ini pun menjadi tugas pemerintah terkait dalam menjadi pembimbing Abnon. Karena Abnon tidak dapat terlepas dari pemerintah Jakarta. Bukan hanya mengenai anggaran yang dialokasikannya tapi keteladanan orang tua (pemerintah) yang membantu Abnon dalam pengabdiannya.

Walaupun personil Abnon tiap tahun berganti (regenerasi) tapi dengan adanya Ikatan Abnon diharapkan menjadi perekat bagi personil-personilnya baik dari tahun 70-an hingga sekarang.

Suatu kebanggaan jika ada Abnon yang melanjutkan tujuan mulia sebagaimana yang telah saya sebutkan tadi. Kalau perlu mereka aktif membangun Jakarta dalam pemerintahan. Sumbangsih Abnon sangat diperlukan memperbaiki segala kekurangan yang ada di Jakarta sehingga tidak ada lagi anggapan Abnon hanya pajangan.

Selamat menyelenggarakan pemilihan Abang None 2009.

Salam Sukses,

Andi

]]>
By: Abimantra http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2500 Abimantra Fri, 17 Apr 2009 02:20:53 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2500 Dear all, Pertama saya sangat setuju dengan Satyarengga yg memang kebetulan Abang Jakarta 2008. Sebaiknya publik tidak serta merta memberi cap terhadap Abang dan None seperti ini, lebih baik mari kita ciptakan suatu wadah aktivitas dimana kita bisa melakukan sesuatu secara bersama-sama untuk kota Jakarta tercinta ini. Perlu dicatat! Pemilihan Abang None jakarta adalah program pemerintah untuk mencari wakil dari generasi muda untk menjadi duta pariwisata. Jadi, kami (abang & none) sejak awal memang bukan brgkt atau dekat dengan dunia entertainment dan sebagian besar kami memang berasal dari dunia pendidikan yang memang mayoritas aktif didalam kegiatan2 organisasi. Bicara kontribusi, setiap tahun kami selalu membuat program kerja diluar tugas2 kamu dari Dinas Pariwisata. Perlu dicatat kembali, semua aktivitas kami ini adalah aktivitas pro-bono dan memang kebanyakan berhubungan dengan lingkup komunitas seperti komunitas sepeda ontel, masyarakat pecinta museum, Kandank Jurang-nya Doank, dll. Beruntung tahun ini program kami yang berwawasan lingkungan dapat berjalan seiring dengan partisipasi kami di EARTH HOUR 2009 . Mungkin menjadi masukan kami bahwa kurang ter-eksposenya kegiatan kami kepada masyarakat, program kami yg sedang berjalan adalah membuat website untuk abang dan None Jakarta supaya setiap aktivitas kami dapat diikuti oleh masyarakat. terimakasih untuk perhatiannya salam untuk Kota Jakarta yg lebih baik regards Abimantra Pradhana, ST, MAUD Abang & None Jakarta 2008 Dear all,

Pertama saya sangat setuju dengan Satyarengga yg memang kebetulan Abang Jakarta 2008.

Sebaiknya publik tidak serta merta memberi cap terhadap Abang dan None seperti ini, lebih baik mari kita ciptakan suatu wadah aktivitas dimana kita bisa melakukan sesuatu secara bersama-sama untuk kota Jakarta tercinta ini.
Perlu dicatat! Pemilihan Abang None jakarta adalah program pemerintah untuk mencari wakil dari generasi muda untk menjadi duta pariwisata. Jadi, kami (abang & none) sejak awal memang bukan brgkt atau dekat dengan dunia entertainment dan sebagian besar kami memang berasal dari dunia pendidikan yang memang mayoritas aktif didalam kegiatan2 organisasi.
Bicara kontribusi, setiap tahun kami selalu membuat program kerja diluar tugas2 kamu dari Dinas Pariwisata. Perlu dicatat kembali, semua aktivitas kami ini adalah aktivitas pro-bono dan memang kebanyakan berhubungan dengan lingkup komunitas seperti komunitas sepeda ontel, masyarakat pecinta museum, Kandank Jurang-nya Doank, dll. Beruntung tahun ini program kami yang berwawasan lingkungan dapat berjalan seiring dengan partisipasi kami di EARTH HOUR 2009 .

Mungkin menjadi masukan kami bahwa kurang ter-eksposenya kegiatan kami kepada masyarakat, program kami yg sedang berjalan adalah membuat website untuk abang dan None Jakarta supaya setiap aktivitas kami dapat diikuti oleh masyarakat.

terimakasih untuk perhatiannya

salam untuk Kota Jakarta yg lebih baik

regards

Abimantra Pradhana, ST, MAUD
Abang & None Jakarta 2008

]]>
By: Himmlichstern http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2480 Himmlichstern Fri, 13 Mar 2009 19:11:13 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2480 Btw yang nicknamenya Abe ini Abraham William Daud? Juz askin, lol. Btw yang nicknamenya Abe ini Abraham William Daud? Juz askin, lol.

]]>
By: Himmlichstern http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2479 Himmlichstern Fri, 13 Mar 2009 18:54:40 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2479 Ikutan diskusi, yaa.. @jane: "knp ya skg smuanya lagi pada gila jadi artis?" komen ini masih soal para peserta Abang None kah? siapa yang dimaksud dengan 'smuanya' disini? Sekedar share, saya pernah ikut Pemilihan Abnon hanya satu kali, di wilayah Jakarta Barat tahun 2005, dan masuk 15 besar alias finalis. Tujuannya? dari sisi pribadi, ya..menjajal kemampuan berprestasi dan mengasah keberanian untuk tampil, krn basically saya orangnya introvert. Dari sisi lainnya, MURNI juga karena ingin mengenal dan terlibat dalam seluk beluk budaya betawi. Lalu setelah ikutan, apa hasilnya? Saya mengenal dan bersinggungan banyak dengan seluk beluk dunia 'gegap gempita' entertainment alias panggung dan 'pajang-pajangan', itu tidak saya pungkiri. Dan kalau ada sebagian kontestan yang memang beneran berambisi jadi 'artis', yaaa hak mereka. In general, para Abnon memang dibuat melek dengan salah satu keharusan tampil sebagai 'wajah' pemuda pemudi Jakarta yang enak dilihat (ya iya donk..masa mau sih Jakarta dicap busuk gara2 wakilnya tampil sembarangan di mata pihak luar) Tapi aktivitas Abnon tidak melulu berhenti di soal gaya2an. OK, sekali lagi PALING TIDAK ini pengalaman saya. Sebagai finalis, saya dan teman2 digabungkan dalam wadah Ikatan Abnon Jakarta Barat. Kegiatannya? Kalo nunggu dari Sudin, yaa wassalammm...Kami harus berinisiatif. Maka dari hasil ngobrol dan sharing (sama kok kayak JBRB aja), kami berkomitmen mengadakan kegiatan2 non-profit seperti sahur dan buka puasa bersama anak yatim di panti asuhan, counceling dan kampanye mengenai AIDS dan Narkoba bersama lebih dari 50 ODHA alias Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS, mengumpulkan dan menyalurkan sumbangan ke Lembaga rehabilitasi jiwa, pemukiman korban bencana di Pangandaran, dsb. Dan apakah setelah itu kami mendapat sesuatu? Diliput wartawan, yaa..adalah, tapi publikasi acara sosial kami pada umumnya memang tidak besar2an. Soal publikasi pun didapat dengan usaha, lho..hehe, nggak mentang2 Abnon lantas kami otomatis jadi selebriti dan diliput sana sini (sekedar fakta: sebagian wartawan ngga mau dtg kalo ngga ada duitnya, guys..hik) Dapet sisa alokasi dana? Boro2, yang ada juga nombok. Trus apa, coba? Yang saya dapatkan adalah pembelajaran tentang kerja tim, persahabatan, komitmen, kesabaran, dan kepuasan batin waktu melihat senyuman dari org yang kami bantu! Jadi kalau ada mau yang nge-judge Abnon dari tampak depannya, silakan saja..kontribusi kami untuk Jakarta dan Indonesia mungkin belum tampak nyata, tapi bukan samasekali tidak ada. Satu tambahan lagi, alumni Abnon yang teman-teman lihat wara-wiri di layar kaca itu apakah betul artis sinetron semua? Karena yang terkenal sebagian besar justru berprofesi sebagai jurnalis, kalii..news anchor, pembawa acara, bukan ARTIS sinetron. Tolong bedakan:) Terima kasih.. Ikutan diskusi, yaa..
@jane: “knp ya skg smuanya lagi pada gila jadi artis?”
komen ini masih soal para peserta Abang None kah?
siapa yang dimaksud dengan ’smuanya’ disini?
Sekedar share, saya pernah ikut Pemilihan Abnon hanya satu kali, di wilayah Jakarta Barat tahun 2005, dan masuk 15 besar alias finalis.
Tujuannya? dari sisi pribadi, ya..menjajal kemampuan berprestasi dan mengasah keberanian untuk tampil, krn basically saya orangnya introvert. Dari sisi lainnya, MURNI juga karena ingin mengenal dan terlibat dalam seluk beluk budaya betawi.
Lalu setelah ikutan, apa hasilnya?
Saya mengenal dan bersinggungan banyak dengan seluk beluk dunia ‘gegap gempita’ entertainment alias panggung dan ‘pajang-pajangan’, itu tidak saya pungkiri. Dan kalau ada sebagian kontestan yang memang beneran berambisi jadi ‘artis’, yaaa hak mereka. In general, para Abnon memang dibuat melek dengan salah satu keharusan tampil sebagai ‘wajah’ pemuda pemudi Jakarta yang enak dilihat (ya iya donk..masa mau sih Jakarta dicap busuk gara2 wakilnya tampil sembarangan di mata pihak luar)
Tapi aktivitas Abnon tidak melulu berhenti di soal gaya2an. OK, sekali lagi PALING TIDAK ini pengalaman saya. Sebagai finalis, saya dan teman2 digabungkan dalam wadah Ikatan Abnon Jakarta Barat. Kegiatannya? Kalo nunggu dari Sudin, yaa wassalammm…Kami harus berinisiatif. Maka dari hasil ngobrol dan sharing (sama kok kayak JBRB aja), kami berkomitmen mengadakan kegiatan2 non-profit seperti sahur dan buka puasa bersama anak yatim di panti asuhan, counceling dan kampanye mengenai AIDS dan Narkoba bersama lebih dari 50 ODHA alias Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS, mengumpulkan dan menyalurkan sumbangan ke Lembaga rehabilitasi jiwa, pemukiman korban bencana di Pangandaran, dsb. Dan apakah setelah itu kami mendapat sesuatu?
Diliput wartawan, yaa..adalah, tapi publikasi acara sosial kami pada umumnya memang tidak besar2an. Soal publikasi pun didapat dengan usaha, lho..hehe, nggak mentang2 Abnon lantas kami otomatis jadi selebriti dan diliput sana sini (sekedar fakta: sebagian wartawan ngga mau dtg kalo ngga ada duitnya, guys..hik)
Dapet sisa alokasi dana? Boro2, yang ada juga nombok.
Trus apa, coba? Yang saya dapatkan adalah pembelajaran tentang kerja tim, persahabatan, komitmen, kesabaran, dan kepuasan batin waktu melihat senyuman dari org yang kami bantu!
Jadi kalau ada mau yang nge-judge Abnon dari tampak depannya, silakan saja..kontribusi kami untuk Jakarta dan Indonesia mungkin belum tampak nyata, tapi bukan samasekali tidak ada.
Satu tambahan lagi, alumni Abnon yang teman-teman lihat wara-wiri di layar kaca itu apakah betul artis sinetron semua? Karena yang terkenal sebagian besar justru berprofesi sebagai jurnalis, kalii..news anchor, pembawa acara, bukan ARTIS sinetron. Tolong bedakan:)
Terima kasih..

]]>
By: jane http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2468 jane Thu, 05 Mar 2009 05:35:43 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2468 knp ya skg smuanya lagi pada gila jadi artis? knp ya skg smuanya lagi pada gila jadi artis?

]]>
By: satyarengga http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2467 satyarengga Wed, 04 Mar 2009 16:29:03 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2467 Kalau menurut saya, ajang abang none sekarang sudah berbeda dibandingkan yang dulu-dulu, dimana 'kontes-kontes jalan pintas jadi artis' belum menjamur seperti sekarang, sehingga pada saat itu banyak orang yang mengidentikkan Abang None dengan dengan dunia hiburan. Faktor lain adalah yang karena terekspos oleh masyarakat Indonesia (yang 95% adalah penonton setia televisi lebih dari 3 jam setiap harinya), adalah para alumni Abnon yang bergerak di bidang hiburan dan sering muncul di layar kaca. Abang none sekarang sudah mengalami banyak pergesaran, contohnya adalah peserta dan para pemenangnya kebanyakan berasal dari kalangan mahasiswa yang notabene adalah intelektual muda, yang ingin mengembangkan dirinya lebih luas lagi dengan cara menempatkan diri di atmosfer persaingan yang sehat. Ajang ini menuntut seseorang dengan prestasi, dalam bidang apapun, dan memiliki niat untuk mengetahui lebih jauh tentang Kota Jakarta dan seluk-beluknya, serta berprilaku santun. Tidak perlu bisa nyanyi ataupun akting, semua asalkan berprestasi bisa bergabung. Perihal organisasi Abang None belum bisa berbuat banyak terhadap Jakarta dan masyarakatnya, hal ini juga tidak boleh kita lihat secara sepihak saja. Fakta itu memang benar adanya. Namun ada beberapa faktor yang dapat merasionalisasi hal ini, tetapi menurut saya yang dominan adalah bahwa Abang None ini hanyalah 'pekerjaan sambilan' dimana para Abang None yang sedang aktif tidak menfokuskan diri 100% waktu hanya untuk abang none saja sehingga program2 yang direncanakan belum banyak yang berhasil dilaksanakan. Satu hal lagi bahwa Abang None DKI tidak memiliki suatu Ikatan yang bekerja optimal untuk menjadi wadah kegiatan-kegiatannya. Kegiatan hanya terpusat sampai ke tingkat wilayah kota dan kabupaten saja. Hal-hal seperti ini yang harus segera dibenahi oleh kita semua. Namun, peningkatan dari tahun ke tahun terus dilakukan, seperti contohnya pada tahun ini, Abang None DKI telah bekerja sama dengan WWF untuk kampanye Earth Hour, Abang None juga dalam proses melakukan advokasi terhadap Hutan Kali Pesanggrahan untuk pengembangan pariwisata dan tata ruangnya, dan berbagai hal positif lainnya. Semoga dapat memberi manfaat untuk kota kita tercinta ini. Kami melakukan ini di tengah kesibukan kami masing-masing yang juga sangat padat, bukan untuk publikasi dan mendapatkan pengakuan dari orang lain, tetapi semata karena tanggung jawab dan kecintaan terhadap kota yang telah mendidk dan membesarkan kami, Jakarta. Sekian saja tanggapan resmi dari saya, kritik dan saran akan kami terima dengan hati terbuka. Abang None Jakarta 2008 Medha Satyarengga, S.Ked. Kalau menurut saya, ajang abang none sekarang sudah berbeda dibandingkan yang dulu-dulu, dimana ‘kontes-kontes jalan pintas jadi artis’ belum menjamur seperti sekarang, sehingga pada saat itu banyak orang yang mengidentikkan Abang None dengan dengan dunia hiburan.

Faktor lain adalah yang karena terekspos oleh masyarakat Indonesia (yang 95% adalah penonton setia televisi lebih dari 3 jam setiap harinya), adalah para alumni Abnon yang bergerak di bidang hiburan dan sering muncul di layar kaca.

Abang none sekarang sudah mengalami banyak pergesaran, contohnya adalah peserta dan para pemenangnya kebanyakan berasal dari kalangan mahasiswa yang notabene adalah intelektual muda, yang ingin mengembangkan dirinya lebih luas lagi dengan cara menempatkan diri di atmosfer persaingan yang sehat. Ajang ini menuntut seseorang dengan prestasi, dalam bidang apapun, dan memiliki niat untuk mengetahui lebih jauh tentang Kota Jakarta dan seluk-beluknya, serta berprilaku santun. Tidak perlu bisa nyanyi ataupun akting, semua asalkan berprestasi bisa bergabung.

Perihal organisasi Abang None belum bisa berbuat banyak terhadap Jakarta dan masyarakatnya, hal ini juga tidak boleh kita lihat secara sepihak saja. Fakta itu memang benar adanya. Namun ada beberapa faktor yang dapat merasionalisasi hal ini, tetapi menurut saya yang dominan adalah bahwa Abang None ini hanyalah ‘pekerjaan sambilan’ dimana para Abang None yang sedang aktif tidak menfokuskan diri 100% waktu hanya untuk abang none saja sehingga program2 yang direncanakan belum banyak yang berhasil dilaksanakan. Satu hal lagi bahwa Abang None DKI tidak memiliki suatu Ikatan yang bekerja optimal untuk menjadi wadah kegiatan-kegiatannya. Kegiatan hanya terpusat sampai ke tingkat wilayah kota dan kabupaten saja.
Hal-hal seperti ini yang harus segera dibenahi oleh kita semua.

Namun, peningkatan dari tahun ke tahun terus dilakukan, seperti contohnya pada tahun ini, Abang None DKI telah bekerja sama dengan WWF untuk kampanye Earth Hour, Abang None juga dalam proses melakukan advokasi terhadap Hutan Kali Pesanggrahan untuk pengembangan pariwisata dan tata ruangnya, dan berbagai hal positif lainnya. Semoga dapat memberi manfaat untuk kota kita tercinta ini.

Kami melakukan ini di tengah kesibukan kami masing-masing yang juga sangat padat, bukan untuk publikasi dan mendapatkan pengakuan dari orang lain, tetapi semata karena tanggung jawab dan kecintaan terhadap kota yang telah mendidk dan membesarkan kami, Jakarta.

Sekian saja tanggapan resmi dari saya,
kritik dan saran akan kami terima dengan hati terbuka.

Abang None Jakarta 2008
Medha Satyarengga, S.Ked.

]]>
By: adi http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2462 adi Fri, 27 Feb 2009 21:27:14 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/09/pemilihan-abang-none-cuma-pajangan/#comment-2462 hmm,, hmm,,gw salah satu abang dari salah satu wilayah,, menurut gw hanya orang2 yang ngrasa minder dan ngrasa ga mampu menjadi abnon yang berkomentar negatif tentang abnon,,mreka ga tau apa yang kami pernah lalui da yang pernah kami kerjakan,,mungkin memang faktor promosi yang kurang,,tapi kami cukup bangga menjadi satu ikatan dalam abnon,,minimal kami melakukan sesuatu untuk jakarta (walau memang tidak terexpose) dripada hnya menghujat dan mencaci kegiatan oran lain padahal sebenernya tidak tahu apa yang telah orang lain kerjakan!!! DO MORE TALKLESS!!!! hmm,,
hmm,,gw salah satu abang dari salah satu wilayah,,
menurut gw hanya orang2 yang ngrasa minder dan ngrasa ga mampu menjadi abnon yang berkomentar negatif tentang abnon,,mreka ga tau apa yang kami pernah lalui da yang pernah kami kerjakan,,mungkin memang faktor promosi yang kurang,,tapi kami cukup bangga menjadi satu ikatan dalam abnon,,minimal kami melakukan sesuatu untuk jakarta (walau memang tidak terexpose) dripada hnya menghujat dan mencaci kegiatan oran lain padahal sebenernya tidak tahu apa yang telah orang lain kerjakan!!! DO MORE TALKLESS!!!!

]]>