Comments on: Toyota, TQM, dan Revolusi Budaya http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/ Bukan Sekedar Advokasi, Kami Berkontribusi Mon, 19 Apr 2010 09:37:41 +0000 http://wordpress.com/ hourly 1 By: fika http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-2908 fika Mon, 19 Apr 2010 09:37:41 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-2908 wahhh makasii infonyaaaaaaaa wahhh makasii infonyaaaaaaaa

]]>
By: holy http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-2882 holy Wed, 03 Feb 2010 10:57:13 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-2882 artikel bagus tentang quality...sangat informatif dan bermanfaat...thx artikel bagus tentang quality…sangat informatif dan bermanfaat…thx

]]>
By: Dite http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-2152 Dite Fri, 18 Jul 2008 09:22:35 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-2152 Boleh saya menambahkan? mungkin bangsa kita sudah banyak benchmarking sana-sini. tapi masalahnya kita belum punya tujuan yang jelas dan paten. orang jepang sebelum mulai udah punya tujuan hidup, yaitu : kesempurnaan dan efisien. so, kalo ternyata dalam batas waktu yang sudah ditentukan, mereka ga bisa memenuhinya, berarti mereka menganggap diri mereka ga berguna, so? bunuh diri aja... Di bangsa kita belum punya itu (bukan nyaranin bunuh diri y.. soalnya itu dilarang), maksudnya tujuan yang jelas. kita terlalu kebawa hal-hal dari luar. misalkan, tujuan kita ke bandung, udah sampai di tol gate, ada yang bilang, mendingan ke purwakarta, belum sampe ke purwakarta, ada yang bilang lebih enak ke bali. tau bandung juga belum, tapi udah tergiur dengan hal yang lain dan belum tentu itu lebih baik. kalo penerus-penerus bangsa kita diajarin focus, mungkin kita bisa seperti japanese... :D maaf kalau ada yang salah... Boleh saya menambahkan?
mungkin bangsa kita sudah banyak benchmarking sana-sini. tapi masalahnya kita belum punya tujuan yang jelas dan paten. orang jepang sebelum mulai udah punya tujuan hidup, yaitu : kesempurnaan dan efisien. so, kalo ternyata dalam batas waktu yang sudah ditentukan, mereka ga bisa memenuhinya, berarti mereka menganggap diri mereka ga berguna, so? bunuh diri aja…
Di bangsa kita belum punya itu (bukan nyaranin bunuh diri y.. soalnya itu dilarang), maksudnya tujuan yang jelas. kita terlalu kebawa hal-hal dari luar. misalkan, tujuan kita ke bandung, udah sampai di tol gate, ada yang bilang, mendingan ke purwakarta, belum sampe ke purwakarta, ada yang bilang lebih enak ke bali.
tau bandung juga belum, tapi udah tergiur dengan hal yang lain dan belum tentu itu lebih baik.
kalo penerus-penerus bangsa kita diajarin focus, mungkin kita bisa seperti japanese…
:D

maaf kalau ada yang salah…

]]>
By: Harsya http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-2123 Harsya Sun, 06 Jul 2008 05:17:14 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-2123 Sebagai <a href="http://www.wargajakarta.blogspot.com" rel="nofollow">Warga Jakarta</a> saya ingin <a href="http://www.wargajakarta.blogspot.com" rel="nofollow">Warga Jakarta</a> semuanya disiplin, hormat pada orang lain seperti orang <a>Jepang</a> dan <a>Toyota</a> adalah salah satu karya bangsa <a>Jepang</a> yang patut kita acungi <a>Jempol</a>. Mari kita selalu <a>Belajar</a> dan <a>Belajar</a> Sebagai Warga Jakarta saya ingin Warga Jakarta semuanya disiplin, hormat pada orang lain seperti orang Jepang dan Toyota adalah salah satu karya bangsa Jepang yang patut kita acungi Jempol.
Mari kita selalu Belajar dan Belajar

]]>
By: Marisa http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-1881 Marisa Mon, 24 Mar 2008 19:51:25 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-1881 <blockquote>ngomong2, agak menyimpang dikit, kenapa yah invasi produk dan kultur Jepang gak pernah menyebabkan munculnya terminologi Japanization of the world? padahal ada istilah Americanization atau Westernization.</blockquote> Good question. Kalau menurut pendapat saya, sebelumnya harus ditanyakan dulu: yang mempopulerkan istilah kata Americanization dan Westernization itu siapa di negara ini? Atas dasar apa? Dan yang berhak memberikan denotasi negatif untuk istilah-itilah tersebut siapa? Kenapa? Siapapun dan apapun itu, mungkin ngerasa "musuh"-nya bukan Jepang. Atau belum. Kalau dalam politik dan ekonomi, semua bisa jadi musuh. Tapi kalo dalam aspek ..mmm taro lah yang lebih sensitif (pada tau donq apaan?), sudah pasti kebaca yang mana lawan mana. Saya setuju dengan ian; Toyota aja bisa, kenapa kita engga? Yep. Kekurangan dan keunggulan suatu budaya bisa saja dialami budaya yang lain juga, terlepas dari "bendera" yang dikibarkan. Semua kembali kepada nilai kemanusiaan suatu bangsa. Selanjutnya, bukan ngga mungkin TQM versi Indonesia nantinya lebih dahsyat, ..bisa bikin mobil terbang gitu. :D

ngomong2, agak menyimpang dikit, kenapa yah invasi produk dan kultur Jepang gak pernah menyebabkan munculnya terminologi Japanization of the world? padahal ada istilah Americanization atau Westernization.

Good question. Kalau menurut pendapat saya, sebelumnya harus ditanyakan dulu: yang mempopulerkan istilah kata Americanization dan Westernization itu siapa di negara ini? Atas dasar apa? Dan yang berhak memberikan denotasi negatif untuk istilah-itilah tersebut siapa? Kenapa?

Siapapun dan apapun itu, mungkin ngerasa “musuh”-nya bukan Jepang. Atau belum. Kalau dalam politik dan ekonomi, semua bisa jadi musuh. Tapi kalo dalam aspek ..mmm taro lah yang lebih sensitif (pada tau donq apaan?), sudah pasti kebaca yang mana lawan mana.

Saya setuju dengan ian; Toyota aja bisa, kenapa kita engga? Yep. Kekurangan dan keunggulan suatu budaya bisa saja dialami budaya yang lain juga, terlepas dari “bendera” yang dikibarkan. Semua kembali kepada nilai kemanusiaan suatu bangsa. Selanjutnya, bukan ngga mungkin TQM versi Indonesia nantinya lebih dahsyat, ..bisa bikin mobil terbang gitu. :D

]]>
By: yonna http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-833 yonna Mon, 29 Oct 2007 03:54:55 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-833 @sherwin bin yuki :mrgreen: kenapa belum ada Japanization term? mungkin udah tapi beda bidang, Harajuku Fashion termasuk japanisasi di bidang fashion, trus anime-manga-genre musik J-Rock juga termasuk japanisasi di bidang seni. itupun kalo hal2 tsb bisa dibilang japanisasi....trus gimana dgn bidang teknologi? saya pernah terlibat diskusi mengenai hal ini, intinya sih KESEMPURNAAN. orang2 barat sangat menyukai kesempurnaan, mereka rela melakukan riset bertahun-tahun bahkan sampai berpuluh2 tahun untuk mendapatkan apa yang ingin dicapai yaitu kesempurnaan, mereka rela meninggalkan kehidupan lama dan menggeluti kehidupan baru demi mencapai kesempurnaan, mereka rela mengeluarkan biaya besar demi mencapai kesempurnaan, dll. Untuk mempermudah pemahaman "apa itu kesempurnaan yang dimaksut Yonna?" marilah kita coba duduk dan mengendarai mobil Eropa dan Amerika sekelas Mercedes Benz, Cherokee, Range Rover, Land Rover, BMW, AUDI, dsb dan bandingkan di saat kita duduk dan mengendarai mobil Jepang sekelas Nissan (yang menurut kebanyakan orang mutunya lebih bagus daripada Toyota), coba rasakan dimana bedanya? Bawalah mobil itu agak jauh misalnya jalan ke luar kota? Boleh juga dibawa jalan malam hari atau saat hujan. Silakan coba baru nanti kita lanjut lagi yach....met penasaran :mrgreen: @sherwin bin yuki :mrgreen:

kenapa belum ada Japanization term? mungkin udah tapi beda bidang, Harajuku Fashion termasuk japanisasi di bidang fashion, trus anime-manga-genre musik J-Rock juga termasuk japanisasi di bidang seni. itupun kalo hal2 tsb bisa dibilang japanisasi….trus gimana dgn bidang teknologi?

saya pernah terlibat diskusi mengenai hal ini, intinya sih KESEMPURNAAN. orang2 barat sangat menyukai kesempurnaan, mereka rela melakukan riset bertahun-tahun bahkan sampai berpuluh2 tahun untuk mendapatkan apa yang ingin dicapai yaitu kesempurnaan, mereka rela meninggalkan kehidupan lama dan menggeluti kehidupan baru demi mencapai kesempurnaan, mereka rela mengeluarkan biaya besar demi mencapai kesempurnaan, dll.

Untuk mempermudah pemahaman “apa itu kesempurnaan yang dimaksut Yonna?” marilah kita coba duduk dan mengendarai mobil Eropa dan Amerika sekelas Mercedes Benz, Cherokee, Range Rover, Land Rover, BMW, AUDI, dsb dan bandingkan di saat kita duduk dan mengendarai mobil Jepang sekelas Nissan (yang menurut kebanyakan orang mutunya lebih bagus daripada Toyota), coba rasakan dimana bedanya? Bawalah mobil itu agak jauh misalnya jalan ke luar kota? Boleh juga dibawa jalan malam hari atau saat hujan.

Silakan coba baru nanti kita lanjut lagi yach….met penasaran :mrgreen:

]]>
By: sherwin http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-754 sherwin Fri, 26 Oct 2007 23:03:08 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-754 semangat masyarakat Jepang untuk membangun kembali negaranya setelah hancur-hancuran di Perang Dunia 2 memang perlu diacungi jempol. saya jadi ingat kelas komparatif ekonomi yang saya ambil dulu, saat itu kita menghabiskan hampir 2 kelas khusus untuk membahas Toyota's success story, dan dia juga menjelaskan tentang TQM ini, khususnya mengenai Kaizen. ngomong2, agak menyimpang dikit, kenapa yah invasi produk dan kultur Jepang gak pernah menyebabkan munculnya terminologi Japanization of the world? padahal ada istilah Americanization atau Westernization. semangat masyarakat Jepang untuk membangun kembali negaranya setelah hancur-hancuran di Perang Dunia 2 memang perlu diacungi jempol.

saya jadi ingat kelas komparatif ekonomi yang saya ambil dulu, saat itu kita menghabiskan hampir 2 kelas khusus untuk membahas Toyota’s success story, dan dia juga menjelaskan tentang TQM ini, khususnya mengenai Kaizen.

ngomong2, agak menyimpang dikit, kenapa yah invasi produk dan kultur Jepang gak pernah menyebabkan munculnya terminologi Japanization of the world? padahal ada istilah Americanization atau Westernization.

]]>
By: yonna http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-724 yonna Thu, 25 Oct 2007 03:53:10 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-724 @ian iya jawaban lisan dan tulisan gak selalu ngebosenin, cuma kalo keseringan jadi males juga ya....tapi emang gak gampang melaksanakannya, bener kata WS Rendra "perjuangan adalah melaksanakan kata-kata" kata-katanya seabrek, tapi pelaksanaannya pelan-pelan dan satu-satu ya....seenggaknya kita berusaha mengamalkannya ya :D @ian
iya jawaban lisan dan tulisan gak selalu ngebosenin, cuma kalo keseringan jadi males juga ya….tapi emang gak gampang melaksanakannya, bener kata WS Rendra “perjuangan adalah melaksanakan kata-kata”

kata-katanya seabrek, tapi pelaksanaannya pelan-pelan dan satu-satu ya….seenggaknya kita berusaha mengamalkannya ya :D

]]>
By: ian http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-700 ian Wed, 24 Oct 2007 21:10:12 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-700 Mas Beni: Terima kasih komentar dan tambahan infonya. Benar sekali, Kaoru Ishikawa memang tidak mencetuskan ide asli TQM, namun mengembangkannya dari teori Dr. Deming. Masalahnya sebelum akhirnya "diklaim" Toyota, banyak perusahaan Amerika yang kurang memperhatikannya. Dan memang benar juga bahwa Toyota banyak mengamati sistem inventory stocking di swalayan-swalayan Amerika, kalau tidak salah di Piggy Wiggly. Sebenarnya konsep yang sangat dasar (Dr. Deming kan ahli statistik) ttg Zero Defect. Namun karena sangat dasar inilah mungkin jadi kurang diperhatikan, mungkin diangap common sense dan kurang scientific padahal efeknya luar biasa. Di sini jelinya orang Jepang saat itu, kebetulan mereka juga didorong semangat untuk bangkit setelah kalah PD II. Bahlan perusahaan-perusahaan Amerika baru belakangan ini menerapkan konsep ini, salah satunya Rowe Furniture setelah merasa kewalahan mengahadapi gempuran Made in China yang murah gak karuan. Soal Indofood, saya juga setuju bahwa pemerintah harus berhati-hati dengan aset negara ini. Salah sedikit P&G atau Unilever bisa menyikat. Meski bukan milik pemerintah, posisinya cukup strategis. Jangan sampai terjadi lagi "Indosat kedua". Mas Beni:

Terima kasih komentar dan tambahan infonya.
Benar sekali, Kaoru Ishikawa memang tidak mencetuskan ide asli TQM, namun mengembangkannya dari teori Dr. Deming. Masalahnya sebelum akhirnya “diklaim” Toyota, banyak perusahaan Amerika yang kurang memperhatikannya. Dan memang benar juga bahwa Toyota banyak mengamati sistem inventory stocking di swalayan-swalayan Amerika, kalau tidak salah di Piggy Wiggly.

Sebenarnya konsep yang sangat dasar (Dr. Deming kan ahli statistik) ttg Zero Defect. Namun karena sangat dasar inilah mungkin jadi kurang diperhatikan, mungkin diangap common sense dan kurang scientific padahal efeknya luar biasa. Di sini jelinya orang Jepang saat itu, kebetulan mereka juga didorong semangat untuk bangkit setelah kalah PD II. Bahlan perusahaan-perusahaan Amerika baru belakangan ini menerapkan konsep ini, salah satunya Rowe Furniture setelah merasa kewalahan mengahadapi gempuran Made in China yang murah gak karuan.

Soal Indofood, saya juga setuju bahwa pemerintah harus berhati-hati dengan aset negara ini. Salah sedikit P&G atau Unilever bisa menyikat. Meski bukan milik pemerintah, posisinya cukup strategis. Jangan sampai terjadi lagi “Indosat kedua”.

]]>
By: Beni Bevly http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-699 Beni Bevly Wed, 24 Oct 2007 18:16:21 +0000 http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/10/23/toyota-tqm-dan-revolusi-budaya/#comment-699 Hello Ian, kalau dilihat dari sejarahnys, ternyata Jepang juga tidak menemukan TQM dari scratch, kalau tidak salah, mereka mengembangkan dan menyesuaikan apa yang mereka pelajari dari Adwards Deming yang terkenal dengan PDCA-nya (Plan, Do, Check, Act) dan sistem statistiknya yang terkenal setelah perang dunia ke dua. Selain itu, TQM di Toyota juga banyak belajar dari sistem retail (supermarket di Amerika) dari segi Just in Time-nya. Pada saat ini Toyota, baik quantity dan quality produksi-nya sudah melampaui General Motor (GM) yang disebut sebagai perusahaan mobil terbesar di dunia. Dan bahkan mereka sekarang belajar dari Toyota bagaimana memproduksi mobil Hybrid secara efficient. Kita, di Indonesia, begitu banyak kedatangan para ahli yang mengajarkan kita semua teori dan praktek di lapangan, tetapi hampir tidak ada satu bidangpun yang bisa kita banggakan di dunia internasional. Selama ini menurut pengamatan aku, hanya Indofood dengan mie instant-nya yang bisa berbicara di dunia internasional. Jumlah produksinya melebihi Nissin dan para produser mie yang lain di dunia. Jelas Indofood, terlepas dari masalah lain, harus dilihat sebagai aset nasional yang harus digandeng oleh pemerintah. Bukan hanya terbatas pada Indofood saja, tetapi para pengusaha atau perusahaan yang lain harus digandeng pula oleh pemerintah dan dijadikan ujung tombak dalam berhugungan dan negosiasi dengan bangsa lain dalam konteks bisnis global. Pemerintah harus membatasi para politisi yang tidak tahu soal dagang atau entrepreneurship untuk turut campur di bidang ini. Mereka harus ditarik keluar dari KADIN, BAPENAS dan lembaga ekonomi lainnya. Hello Ian, kalau dilihat dari sejarahnys, ternyata Jepang juga tidak menemukan TQM dari scratch, kalau tidak salah, mereka mengembangkan dan menyesuaikan apa yang mereka pelajari dari Adwards Deming yang terkenal dengan PDCA-nya (Plan, Do, Check, Act) dan sistem statistiknya yang terkenal setelah perang dunia ke dua.

Selain itu, TQM di Toyota juga banyak belajar dari sistem retail (supermarket di Amerika) dari segi Just in Time-nya. Pada saat ini Toyota, baik quantity dan quality produksi-nya sudah melampaui General Motor (GM) yang disebut sebagai perusahaan mobil terbesar di dunia. Dan bahkan mereka sekarang belajar dari Toyota bagaimana memproduksi mobil Hybrid secara efficient.

Kita, di Indonesia, begitu banyak kedatangan para ahli yang mengajarkan kita semua teori dan praktek di lapangan, tetapi hampir tidak ada satu bidangpun yang bisa kita banggakan di dunia internasional. Selama ini menurut pengamatan aku, hanya Indofood dengan mie instant-nya yang bisa berbicara di dunia internasional. Jumlah produksinya melebihi Nissin dan para produser mie yang lain di dunia. Jelas Indofood, terlepas dari masalah lain, harus dilihat sebagai aset nasional yang harus digandeng oleh pemerintah.

Bukan hanya terbatas pada Indofood saja, tetapi para pengusaha atau perusahaan yang lain harus digandeng pula oleh pemerintah dan dijadikan ujung tombak dalam berhugungan dan negosiasi dengan bangsa lain dalam konteks bisnis global. Pemerintah harus membatasi para politisi yang tidak tahu soal dagang atau entrepreneurship untuk turut campur di bidang ini. Mereka harus ditarik keluar dari KADIN, BAPENAS dan lembaga ekonomi lainnya.

]]>