Comments on: Let’s say no to malls http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/09/22/lets-say-no-to-malls/ Bukan Sekedar Advokasi, Kami Berkontribusi Mon, 19 Apr 2010 09:37:41 +0000 http://wordpress.com/ hourly 1 By: shopping-center http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/09/22/lets-say-no-to-malls/#comment-2531 shopping-center Sun, 10 May 2009 08:35:37 +0000 http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=419#comment-2531 Shopping centers are nice places to spend your time...but not all the time! Shopping centers are nice places to spend your time…but not all the time!

]]>
By: Vivi http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/09/22/lets-say-no-to-malls/#comment-2365 Vivi Fri, 07 Nov 2008 13:38:32 +0000 http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=419#comment-2365 @jiiyee : setuju teman...masalah sosial salah satu sebabnya jg urbanisasi, yg ujung2nya menjadi masalah lingkungan. Setidaknya menurut dosen gw sih begitu. mall sudah cukup...real estate jg gila2an pada dibangun, tp banyak juga yg kosong krn ga ada yg mau/sanggup beli. apalagi krisis global begini.Semua lahan hijau habis percuma. aduh Jakarta ga banget deh sebagai ibukota... @jiiyee : setuju teman…masalah sosial salah satu sebabnya jg urbanisasi, yg ujung2nya menjadi masalah lingkungan. Setidaknya menurut dosen gw sih begitu.
mall sudah cukup…real estate jg gila2an pada dibangun, tp banyak juga yg kosong krn ga ada yg mau/sanggup beli. apalagi krisis global begini.Semua lahan hijau habis percuma. aduh Jakarta ga banget deh sebagai ibukota…

]]>
By: Jiiyee http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/09/22/lets-say-no-to-malls/#comment-2364 Jiiyee Fri, 07 Nov 2008 05:51:29 +0000 http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=419#comment-2364 ummm... kalo gitu salah satu solusi terbaik untuk jakarta tu Transmigrasi dan menahan urbanisasi ya vi?? karena kalo selama kita ga bisa nahan urbanisasi, jumlah penduduk jakarta yg meledak terus2an, berapa pun jumlah lapangan pekerjaan dan juga tempat pemukiman yg layak yg dikasih ga akan pernah terasa cukup. gw perbah ngobrol ama pengamen jalanan, ceritanya dia berasal dr lampung dan disini ikut numpang di rmh temennya (bukan rumah juga siy sebenernya, cuma kios rokok yg kecil tapi paling ga bisa buat tidur 2 orang). Di lampung sana padahal dia puya rumah yg jauh lbh layak dan lingkungan yg lebih bersahabat dr pada di jakarta. Kenapa mesti ke Jakarta kalo gt???? Krn awalnya berpikir kalo di jakarta banyak lapangan pekerjaan. Kota gitu loohhh... Boleh dong ikutan mengadu nasib... nyari peruntungan... Tapi akhirnya krn ga dpt2 kerjaan juga malah jd pengamen. Mo pulang kampung malu ama ortu di kampung, jauh2 merantau tanpa hasil. Toh jadi pengamen juga dapet uangnya lumayan, bisa dikirim buat bantu orang tua kampung walau di jakarta banting tulang mana tahan... "Di jakarta apa pun bisa jadi duit..." "nyari duit di kampung bakal lebih susah dari jakarta" nah itu lah Jakarta... Selama Ngamen msh dianggap jadi profesi, lebih keren dari pada jadi petani, gak akan turun pamornya buat ngajak warga non jakarta untuk memuaskan rasa penasaran mereka akan kerja di kota besarrr. mungkin lebih baik pemerintah buat iklan, gambarin keadaan jakarta yg susah untuk ditinggali apa lg dicintai, supaya ga ada orang daerah yg tergoda datang.. ikalannya begini : "jakarta tu sempit, ga ada tempat untuk pendatang!" Dan yg buat ngebangun Mall, tolong deh, kalo punya duit segitu banyak mending bikin RSS ato apa kek buat nyumbang negara.. ummm…
kalo gitu salah satu solusi terbaik untuk jakarta tu Transmigrasi dan menahan urbanisasi ya vi??

karena kalo selama kita ga bisa nahan urbanisasi, jumlah penduduk jakarta yg meledak terus2an, berapa pun jumlah lapangan pekerjaan dan juga tempat pemukiman yg layak yg dikasih ga akan pernah terasa cukup.

gw perbah ngobrol ama pengamen jalanan, ceritanya dia berasal dr lampung dan disini ikut numpang di rmh temennya (bukan rumah juga siy sebenernya, cuma kios rokok yg kecil tapi paling ga bisa buat tidur 2 orang).
Di lampung sana padahal dia puya rumah yg jauh lbh layak dan lingkungan yg lebih bersahabat dr pada di jakarta.

Kenapa mesti ke Jakarta kalo gt????

Krn awalnya berpikir kalo di jakarta banyak lapangan pekerjaan. Kota gitu loohhh… Boleh dong ikutan mengadu nasib… nyari peruntungan…

Tapi akhirnya krn ga dpt2 kerjaan juga malah jd pengamen. Mo pulang kampung malu ama ortu di kampung, jauh2 merantau tanpa hasil.
Toh jadi pengamen juga dapet uangnya lumayan, bisa dikirim buat bantu orang tua kampung walau di jakarta banting tulang mana tahan…
“Di jakarta apa pun bisa jadi duit…”
“nyari duit di kampung bakal lebih susah dari jakarta”

nah itu lah Jakarta…
Selama Ngamen msh dianggap jadi profesi,
lebih keren dari pada jadi petani,
gak akan turun pamornya buat ngajak warga non jakarta untuk memuaskan rasa penasaran mereka akan kerja di kota besarrr.

mungkin lebih baik pemerintah buat iklan, gambarin keadaan jakarta yg susah untuk ditinggali apa lg dicintai, supaya ga ada orang daerah yg tergoda datang..

ikalannya begini :
“jakarta tu sempit, ga ada tempat untuk pendatang!”

Dan yg buat ngebangun Mall, tolong deh, kalo punya duit segitu banyak mending bikin RSS ato apa kek buat nyumbang negara..

]]>
By: Vivi http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/09/22/lets-say-no-to-malls/#comment-2363 Vivi Thu, 06 Nov 2008 15:52:06 +0000 http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=419#comment-2363 "In general I think there are two kinds of problems that we will have by building more malls: environmental and social problems." Benar sekali! i'm totally agreed. Gw bukan orang Jakarta, tp jujur gw sangat prihatin dengan kota ini. Ga ada bagus2nya! pembangunan digencarkan di mana2.....cuma untuk keenakan manusia. tapi dampak lingkungan urusan belakangan. Global warming masih ditanggapi kurang serius oleh masyarakat. apalagi masyarakat hedonis yg cuma tau memanfaatkan bumi tapi otaknya kosong melompong. Ga heran makin hari makin panas, dan kalau musim hujan tinggal tunggu banjir aja. FYI, global warming itu sudah di tingkat yg sangat serius. Ga bisa ditangani cuma dengan tindakan simpel seperti bike to work. Apalagi kalau tmp kerjanya jauh, naik mobil aja sejam apalagi sepeda?? belum lagi udara Jakarta udah ga sehat utk dihirup. Kasihan juga yg naik sepeda malah nabung penyakit. Dan menurut gw (terserah mau setuju atau tidak) adanya pandangan bahwa mal itu bagus untuk menyediakan lapangan kerja yg banyak benar2 membahayakan Jakarta sendiri, karena itulah alasan orang2 daerah bermigrasi ke Jakarta yg sudah padatnya minta ampun. Semua orang dari berbagai daerah hijrah ke Jakarta, mereka pikir di Jakarta banyak lapangan pekerjaan. Apa yg terjadi? ledakan penduduk. Masih mending kalau penduduknya kaya, ini sudah miskin sekali masuk kota tambah miskin pula. Nggak bisa pulang. akhirnya bikin pemukiman liar di Jakarta. Parahnya pemukiman liar ini sudah merusak pemandangan Jakarta, merusak lingkungan pula. Contohnya pemukiman di tepi kali. Kali semakin menyempit karena dibangun rumah, air hujan tidak terbendung. Banjir kan? mau digusur atau diusir serba salah juga. Nanti terjadi huru hara. serba salah deh jadi pemerintah. Selama masyarakat masih belum punya kesadaran penuh terhadap lingkungan tempat tinggal, Jakarta masih akan sama 5 atau 10 tahun lagi. mungkin akan lebih parah. “In general I think there are two kinds of problems that we will have by building more malls: environmental and social problems.”

Benar sekali!
i’m totally agreed.
Gw bukan orang Jakarta, tp jujur gw sangat prihatin dengan kota ini.
Ga ada bagus2nya!
pembangunan digencarkan di mana2…..cuma untuk keenakan manusia. tapi dampak lingkungan urusan belakangan.

Global warming masih ditanggapi kurang serius oleh masyarakat. apalagi masyarakat hedonis yg cuma tau memanfaatkan bumi tapi otaknya kosong melompong.
Ga heran makin hari makin panas, dan kalau musim hujan tinggal tunggu banjir aja.

FYI, global warming itu sudah di tingkat yg sangat serius. Ga bisa ditangani cuma dengan tindakan simpel seperti bike to work. Apalagi kalau tmp kerjanya jauh, naik mobil aja sejam apalagi sepeda??
belum lagi udara Jakarta udah ga sehat utk dihirup. Kasihan juga yg naik sepeda malah nabung penyakit.

Dan menurut gw (terserah mau setuju atau tidak) adanya pandangan bahwa mal itu bagus untuk menyediakan lapangan kerja yg banyak benar2 membahayakan Jakarta sendiri, karena itulah alasan orang2 daerah bermigrasi ke Jakarta yg sudah padatnya minta ampun.
Semua orang dari berbagai daerah hijrah ke Jakarta, mereka pikir di Jakarta banyak lapangan pekerjaan. Apa yg terjadi? ledakan penduduk.
Masih mending kalau penduduknya kaya, ini sudah miskin sekali masuk kota tambah miskin pula.
Nggak bisa pulang. akhirnya bikin pemukiman liar di Jakarta. Parahnya pemukiman liar ini sudah merusak pemandangan Jakarta, merusak lingkungan pula. Contohnya pemukiman di tepi kali. Kali semakin menyempit karena dibangun rumah, air hujan tidak terbendung. Banjir kan?

mau digusur atau diusir serba salah juga. Nanti terjadi huru hara.
serba salah deh jadi pemerintah.
Selama masyarakat masih belum punya kesadaran penuh terhadap lingkungan tempat tinggal, Jakarta masih akan sama 5 atau 10 tahun lagi.
mungkin akan lebih parah.

]]>
By: diarrhea http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/09/22/lets-say-no-to-malls/#comment-2353 diarrhea Wed, 05 Nov 2008 03:28:14 +0000 http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=419#comment-2353 say no to malls, say no to greediness, say no to selfishness of jakarta's peoples! IMO for other solution in jakarta: 1. solution for pollution problem: limit the usable vehicle for only 10 years for private bike or car, raise tax of private vehicle into 40%-80% a year of private vehicle value, and the results of tax will be use to public transportation and police department (i'm sorry but that's reality that traffic police in jakarta is easyly for bribed), so that they will work more discipline if they have more salary compensation IMO. 2. solution for bad social and environment city : REVOLUTION the local goverment! , i say revolution the local goverment, if u now what i mean! replace all local goverment officials with clean, discipline, and good attitude forward officials. .... and.... and... IMO.... say no to malls,
say no to greediness,
say no to selfishness
of jakarta’s peoples!

IMO for other solution in jakarta:
1. solution for pollution problem: limit the usable vehicle for only 10 years for private bike or car, raise tax of private vehicle into 40%-80% a year of private vehicle value, and the results of tax will be use to public transportation and police department (i’m sorry but that’s reality that traffic police in jakarta is easyly for bribed), so that they will work more discipline if they have more salary compensation IMO.
2. solution for bad social and environment city : REVOLUTION the local goverment! , i say revolution the local goverment, if u now what i mean! replace all local goverment officials with clean, discipline, and good attitude forward officials.
….

and…. and…
IMO….

]]>
By: aldo http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/09/22/lets-say-no-to-malls/#comment-2337 aldo Thu, 30 Oct 2008 12:12:46 +0000 http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=419#comment-2337 like it or not we have to face the fact that our city is growing fast,many skyscrappers and malls have been built that indicate jakarta is one of many prosperous city in the world,and how about the green areas you may ask?it is such ashame that when it comes to environmental-thing people tends to not give a damn about it,having more malls than green areas in our city is not that bad,we could still preserve our environment in another way,like bike to work?or do the recycle thing,my point is, there's always some people who trying to hangin clouds over our heads,let's face it that we love mall so much (dont your remember where you're going when u skip that math class back in your high school days?)so dont take our city for granted,dont hate malls,and be a good jakartan(the people we hate to be) like it or not we have to face the fact that our city is growing fast,many skyscrappers and malls have been built that indicate jakarta is one of many prosperous city in the world,and how about the green areas you may ask?it is such ashame that when it comes to environmental-thing people tends to not give a damn about it,having more malls than green areas in our city is not that bad,we could still preserve our environment in another way,like bike to work?or do the recycle thing,my point is, there’s always some people who trying to hangin clouds over our heads,let’s face it that we love mall so much (dont your remember where you’re going when u skip that math class back in your high school days?)so dont take our city for granted,dont hate malls,and be a good jakartan(the people we hate to be)

]]>
By: nit@ http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/09/22/lets-say-no-to-malls/#comment-2323 nit@ Sat, 25 Oct 2008 08:09:17 +0000 http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=419#comment-2323 thx b4 udh bisa kasih komentar.. yach,, kitakan udh sama-sama belajar ttg ilmu pengetahuan alam,, so let's do it!! kalo bingung karena pengangguran,, masih banyak lapangan kerja di bidang : pertanian, peternakan, perikanan, atau kehutanan. toh negara kita kaya akan itu!! coba dech di tilik lebih lanjut.. tenagamu pasti dibutuhkan,,tidak sekedar jagain bangunan besar 24 jam or ngebersihin jalan yg tiap detiknya diinjakin orang.. perlu sech perlu tanpa jangan berlebihan!! thx udah mau baca..God Bless your Activities thx b4 udh bisa kasih komentar..
yach,, kitakan udh sama-sama belajar ttg ilmu pengetahuan alam,, so let’s do it!!
kalo bingung karena pengangguran,, masih banyak lapangan kerja di bidang : pertanian, peternakan, perikanan, atau kehutanan. toh negara kita kaya akan itu!! coba dech di tilik lebih lanjut.. tenagamu pasti dibutuhkan,,tidak sekedar jagain bangunan besar 24 jam or ngebersihin jalan yg tiap detiknya diinjakin orang.. perlu sech perlu tanpa jangan berlebihan!!
thx udah mau baca..God Bless your Activities

]]>
By: Herli S http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/09/22/lets-say-no-to-malls/#comment-2319 Herli S Mon, 20 Oct 2008 06:32:11 +0000 http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=419#comment-2319 nimbrung dong.. kalo banyak mall = banyak AC, maka banyak AC = banyak panas yg dihasilkan, maka banyak panas = mempercepat global warming, maka bukan ga mungkin, mempercepat terjadinya siklus global freezing setelah global warming.. siap2 ada "mini" Ice Age :) nimbrung dong..
kalo banyak mall = banyak AC, maka
banyak AC = banyak panas yg dihasilkan, maka
banyak panas = mempercepat global warming, maka

bukan ga mungkin, mempercepat terjadinya siklus global freezing setelah global warming..

siap2 ada “mini” Ice Age :)

]]>
By: yonna http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/09/22/lets-say-no-to-malls/#comment-2307 yonna Mon, 13 Oct 2008 07:30:55 +0000 http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=419#comment-2307 setuju ama Hasna, cukup dua mall saja, emang program KB? banyak mall, banyak rejeki :P setuju ama Hasna, cukup dua mall saja, emang program KB?

banyak mall, banyak rejeki :P

]]>
By: Pertiwi http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2008/09/22/lets-say-no-to-malls/#comment-2306 Pertiwi Mon, 13 Oct 2008 06:10:07 +0000 http://revolusibudaya.wordpress.com/?p=419#comment-2306 (lah bukannya pemerintah wkt kampanye sebelum pemilu itu kan menjanjikan lapangan kerja yang lebih luas kan buat penduduknya hehehe) ---> lha, lapangan kerjanya kan ya di emol itu, bang. izin bangun emol -- approval pemerintah -- jadi emol -- lapangan pekerjaan baru. tuh kontribusi dari pemerintah, hehehe... [trial by error] (lah bukannya pemerintah wkt kampanye sebelum pemilu itu kan menjanjikan lapangan kerja yang lebih luas kan buat penduduknya hehehe) —> lha, lapangan kerjanya kan ya di emol itu, bang.

izin bangun emol — approval pemerintah — jadi emol — lapangan pekerjaan baru.

tuh kontribusi dari pemerintah, hehehe…

[trial by error]

]]>